Nyawa Anak Digadaikan Demi Proyek: Investigasi Total Kelalaian SPPI dan BGN NTB di Lombok Tengah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah berubah menjadi petaka mematikan pada Jumat, 11 September 2026, mengancam nyawa generasi penerus bangsa.
Puluhan siswa dari SDN 1 Beber dan SDN Mertak Kesambik Daye, Kecamatan Batukliang, bertumbangan massal seusai menyantap hidangan jatah proyek negara tersebut.
Anak-anak malang itu mendadak mengalami muntah-muntah, kram perut melilit, hingga tubuh lemas lunglai akibat keracunan makanan yang dibagikan secara serampangan.
Pihak sekolah dan orang tua terpaksa mengevakuasi para siswa secara darurat ke Puskesmas Pringgarata, Aik Darek, dan Mantang untuk segera dipasangi infus.
Petaka ini bersumber langsung dari makanan produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Gunung Kedul, yang terbukti mengabaikan standar higienitas dan kelayakan pangan.
Fakta investigasi ini menelanjangi kebobrokan Badan Gizi Nasional (BGN) NTB yang gagal total melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas rantai pasok dapur mitranya.
Asosiasi Mitra BGN (AMBGN) NTB juga terindikasi melakukan pembiaran mematikan, menjadikan lambung para siswa sebagai kelinci percobaan proyek murahan demi mengeruk keuntungan.
Kelalaian sistemik ini adalah kejahatan moral murni yang menabrak Undang-Undang Perlindungan Anak dan menuntut tindakan pidana tegas bagi seluruh pejabat terkait.
Aparat penegak hukum wajib segera mengaudit BGN NTB, AMBGN NTB, dan SPPI sebelum program negara triliunan rupiah ini menelan korban jiwa berikutnya.
